WTS Curahjati Milik Mbah DAM, Pedasnya Bikin Melek

0

BANYUWANGI/terbitdotco – Untuk para pecinta makanan kuliner yang super pedas, terbitdotco kembali memberikan pilihan menarik. Kali ini datang dari kabupaten yang dijuluki Sunrise of Java. Yup, Banyuwangi.

Sebuah warung sederhana nampak di Jalan Grajagan, Desa Jatirejo, Kecamatan Purwohajo, Kabupaten Banyuwangi. Ukurannya kira-kira 6×4 meter dengan tembok batu bata tanpa plester semen. Jika menuju pantai Gerajagan atau ke Blok Bedul pasti melewati lokasi ini.

Di seberang warung tersebut, ada DAM saluran irigasi. Saat musim tanam berjajar petani sedang menggarap sawah. Kanan kiri terlihat hamparan sawah yang sangat luas. Mata ini begitu nyaman melihat pemandangan sekitarnya.

Pintu dan jendela warung tersebut di cat warna biru. Ketika masuk, terlihat spanduk bertuliskan Ayam Pedas Warung Tengah Sawah Curahjati. Pelanggan memberikan julukan WTS. Katanya, agar mudah mengingatnya.

Pemilik WTS Curahjati ini biasa dipanggil Mbah DAM. Konon, karena warung miliknya tersebut posisinya dekat dengan DAM irigasi. Semakin unik saja.

TERSENYUM: Pelanggan membawa ayam pedas Mbah DAM dengan pemandangan sawah.

Nah, WTS Curahjati hanya menyajikan satu menu saja yaitu ayam pedas. Ayam pedas ini diolah dari ayam kampung yang dipanggang dengan api kecil yang berasal dari bara kayu.

Setelah matang, dimasak dengan kuah santan seperti opor, dan cabe rawit dihaluskan, serta ada yang dibiarkan utuh. Rasanya super pedas.

“Ayamnya ayam kampung yang masih remaja, agar tidak alot dan gurih,” kata Mbah Dam, sambil membolak balik ayam yang sedang dipanggang.

Penyajiannya pun terbilang wow.. karena disajikan 1 ayam utuh ke dalam mangkuk besar, irisan timun, sayuran rebus, dan nasi. Semua makanan tersebut disajikan di atas meja makan kita. Menariknya, pelanggan hanya membayar apa yang dimakannya saja.

Misalnya, jika hanya makan satu mangkuk nasi dan satu paha ayam saja, pelanggan hanya membayar makanan tersebut saja. Sisanya, jika tidak dimakan, sisa makannya tidak dihitung oleh pemiliknya.

PANGGANG: Mbah DAM siapkan ayam panggang untuk pelanggan.

Sudah lebih dari 35 tahun warung ini buka. Tak heran jika memiliki popularitas yang cukup tinggi. Berbagai kalangan telah merasakan kelezatan ayam pedas Mbah DAM.

Hal tersebut dapat dibuktikan oleh sebingkai foto Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Mbah DAM yang menghiasi disalah satu sudut warung.

Tak hanya dari kalangan pejabat, seorang sopir L300 yang diketahui bernama Yadi tersebut pun kerap menikmati makanan ala Mbah DAM ini.

“Saya sering kesini, biasanya habis kirim buah naga ke Bali, saya selalu menyempatkan makan disini. Pedasnya membuat mata melek,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Wiwid (31), warga asal Malang yang mengaku baru pertama kali ke WTS Curahjati. Katanya, Ia tertarik mencoba masakan WTS karena penasaran setelah melihat posting instagram temannya.

Warung Mbah DAM ini buka setiap hari dari jam 07.00-16.00 WIB. Per harinya, bisa menghabiskan sekitar 40 ekor ayam dengan harga Rp. 7.000 per potong atau Rp. 90.000 per ekor Tentu harga tersebut belum termasuk nasi dan minum.

Selain ayam kampung juga tersedia ati dan ampela ayam. Tertarik untuk mencobanya? Yuk berwisata kuliner di Banyuwangi. (jt0)

Leave A Reply

Your email address will not be published.