Wow!! Berlari 83km Di Nusantara Run, Ini Strateginya

0

YOGYAKARTA/terbitdotco – Perhelatan lari tahunan bertajuk Nusanta Run memang sudah selesai digelar pada 7-9 Desember 2018 lalu.

Event yang dilaksanan oleh Yayasan Lari Nusantara menempuh jarak 169 kilometer dengan rute mulai dari Wonosobo hingga Pantai Sepanjang di Kabupaten Gunung Kidul di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejak 2013, Nusantara Run kali adalah yang ke enam. Para pelari yang turut dalam kegiatan ini tidak hanya berlari ratusan kilometer akan tetapi juga mengumpulkan donasi.

Nusantara Run Chapter 6 (NR6) mematok target donasi Rp 2,5 miliar. Dana sebesar itu akan dimanfaatkan dengan menggandeng Kampus Guru Cikal untuk program Pengembangan Pendidikan Murid Penyandang Disabilitas di Jawa Tengah dan DIY.

Sufi HM, yang mengikuti half course (83km) mengatakan di NR6 ini kita bukan untuk berkompetisi tapi memiliki tujuan bersama yaitu memajukan pendidikan indonesia melalui hal yang kita sukai, yaitu lari.

Dalam persiapan, menurut Sufi yang paling penting adalah persiapan Fisik dan mental. Persiapan fisik dengan latihan rutin.

Sufi Hamdan saat berlari di Nusantara Run pada 7-9 Desember 2018 (foto oleh @ourstori.es)

“Berhubung termasuk yang kurang semangat kalau latihan sendiri, saya latihannya bareng komunitas dan mengikuti race, untuk NR 6 kemarin sy ikut 42K Jakmar dan Bormar sebagai latihan persiapan,” ujar Sufi.

Sufi mengaku latihan fokuskan pada endurance, karena race ultra marathon itu tidak seberapa cepat berlari tapi sekuat apa tubuh kita bertahan. Teknisnya latihan tidak pernah melebihi Heart Rate zona 3, maksimal heart rate 150.

“Saat JakMar dan BorMar karena itu merupakan bagian dari latihan buat NR, makanya saya tidak tergoda untuk berlari cepat, cukup lah finish under cot aja, karena target adalah endurance tadi,” kata Sufi

Sementara itu Halim Halilintar dari Komunitas RIOT Indonesia yang mengikuti half course (83km) mengaku sebelum NR melakukan persiapan lari rutin harian minimal 5 km, squad min 50x sehari.

Sedangkan untuk nutrisi harian dengan menjaga asupan makanan terutama sumber protein tinggi dan vitamin.

“Seminggu menjelang race baru meningkatkan asupan karbohidrat dan sumber garam mineral agar tidak mudah kram pada saat berlari,” ujar Halim

Selain itu bagi Halim penting diperhatikan adalah menjaga pola istrirahat. Halim juga mengikuti event lari FM di Bali Marathon dan Borobudur Marathon sebagai pemanasan.

Halim Halilintar saat berlari di Nusantara Run pada 7-9 Desember 2018 (foto oleh @tedd_edysant)

Saat pelaksanaan NR, Halim mempersiapan gear lari berupa sepatu, baju, celana, kaos kaki, topi, kacamata serta perlengkapan lain yg nyaman dan aman. Penggunaan Gear yg tepat penting dgunakan agar menganggu saat lari.

Sementara itu Sufi menggunakan strategi untuk tidak terlalu banyak istirahat di CP2 awal, namun baru istirahat tidur setelah CP10.

“Untuk makanan setiap CP Saya usahakan ada makanan yang masuk walaupun setelah berlari lebih dari 50K nafsu makan hilang dan rasanya pengen muntah tiap nelen makanan,” kata Sufi.

Sedangkan untuk menjaga agar tidak dehidrasi setiap 2 kilometer berusaha minum air mineral mengingat cuaca yang panas dan lembab.

“Jalan kaki saja keringat yang keluar udah banyak banget, dan hidrasi ini banyak terbantu oleh teman-teman komunitas, kalau nggak ada mereka susah juga mengandalkan dari WS panitia karena jaraknya tiap 10-15km,” jelas Sufi.

Bagaimana siap untuk ikut Nusantara Run tahun depan ? (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.