Warung Nasi Kunyit, Tak Sekadar Warung Biasa

0
KAMPANYE: Warung Nasi Kunyit Bali ramai dengan kampanye sosial dan lingkungan. (Foto: Istimewa/terbitdotco)

DENPASAR/terbitdotco – Makanan satu ini, sejatinya sudah biasa dilidah orang Indonesia. Biasanya, dikenal dengan nama Nasi Kuning. Tapi ada hal yang beda dengan nasi kuning di sebuah warung yang berada di Gang XVII Nomor 12, Panjer, Denpasar. Mereka menamai dirinya Warung Nasi Kunyit. Warung ini menjadi tidak biasa karena kepedulian pemiliknya terhadap sosial dan lingkungan.

Pemiliknya, IBG Nara Digda mencoba membuat terobosan baru dengan membuka warung sederhana dengan sajian kuliner tradisional kaya rempah asli Indonesia.

“Ya, sejak Februari 2018, saya bersama istri mencoba mengembangkan kembali usaha ini,” ujarnya, saat ditemui terbitdotco di warungnya.

Ajx Cool, begitu Ia dikenal menerangkan di warung sederhananya tersebut memiliki menu utama, yakni Nasi Kunyit. Sajiannya menggunakan warna alami dari kunyit, dibungkus dengan daun pisang, bersama lauk-pauk di dalamnya.

Menariknya, drummer dari band The Bullhead ini memiliki pilihan menu dengan nama yang unik. Antaranya Nasi Kunyit Be Pindang (ikan laut) NASKNDANG, Nasi Kunyit Be Siap (ayam) NASKIAP dan Nasi Kunyit Be Celeng (babi) NASKLENG.

Gimana cara membedakannya, semua kan bungkusnya sama dari pohon pisang?

“Kalau NASKLENG itu pakai semat (lidi,red) tiga, NASKDANG pakai semat dua dan NASKIAP pakai semat tiga,” jawab pria asal Karangasem ini.

NASKLENG: Nasi Kunyit Be Celeng (babi) salah satu menu yang tersedia di Warung Nasi Kunyit Bali. (Foto: Istimewa/terbitdotco)

Rasa penasaran, terbitdotco pun mencoba masing-masing menu yang ada. Rasanya memang berbeda dengan nasi kuning yang biasa ada di warung-warung lainnya. Nasinya lebih punel dan gurih, disertai campuran bumbu yang pas di lidah.

Tak hanya Nasi Kunyit, ada juga menu berkuah, yaitu: Balung Celeng Mekuah Nangke (tulang iga babi berkuah sayur nangka), dengan julukan BANGKE. Untuk minumannya, ada Temulawak botol dan Kopi Bali. Untuknya harganya, pas banget dengan isi kantong mahasiswa.

Warungnya memang tidak cukup luas. Namun ada pilihan tempat duduk. Bisa lesehan ataupun duduk di kursi. Di dindingnya juga di cat warna kuning dengan gambar yang menarik. Ada juga beberapa hiasan yang dipajang, seperti mobil hotwheels dan sebagainya.
Ajx juga dikenal sebagai aktivis binatang dan juga ikut serta mendukung gerakan rencana penolakan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, maka dari itu di dinding warungnya juga banyak kampanye perlawanan.

“Kami juga sangat mendukung gerakan peduli lingkungan. Mulai dari Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Stop Buang Anjing dan juga Zero Waste,” tegasnya.

Bukan sekedar pajangan, di dinding depan warung juga menempel sebuah kotak donasi, untuk mendukung gerakan Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa.

“Dana yang terkumpul dalam kotak ini nantinya akan kami berikan seluruhnya kepada ForBALI, secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dan untuk gerakan Stop Buang Anjing, pihaknya menyediakan merchandise berupa tote bag dan tshirt. Owner warung yang merupakan founder gerakan ini, akan mengedukasi pengunjung warung terkait gerakan tersebut.

Sedangkan untuk Zero Waste, pihaknya bekerjasama dengan Gumi Bamboo (Lombok) dalam bentuk produk ramah lingkungan. Bamboo Straw (sedotan bambu).

“Sedotan bambu ini kami gunakan di sajian menu Temulawak, menggantikan sedotan plastik sekali pakai. Kami mencoba untuk mengurangi permasalahan sampah plastik yang ada di Bali,” akunya.

Ke depan, pihaknya juga ingin mengganti tas kresek plastik dengan tas kresek ramah lingkungan yang berbahan dasar serat alami, seperti dari singkong.

Bagi yang penasaran,Warung Nasi Kunyit buka mulai pukul 13:00 – 21:00 WITA.

“Hanya di Warung Nasi Kunyit, kalian bisa makan sembari memberikan sumbangsih terhadap keberlangsungan alam. Kenyang iya, hati nurani pun semakin kuat,” tutupnya. (jt1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.