Soal Grasi Susrama, Aktivis Pers Mahasiswa Sebut Kemerdekaan Pers Terancam

0

DENPASAR/terbitdotco – Kecaman terhadap Presiden Jokowi terkait grasi yang diberikan kepada Susrama terus mengalir. Tak hanya dari kalangan pejabat, wartawan dan tokoh, aktivis mahasiswa juga ikut angkat bicara.

Usai aksi solidaritas jurnalis Bali di depan Kantor Kementrian Hukum dan HAM Kanwil Bali, Aristya Kertha selaku Sekjend PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia) Bali kepada terbitdotco mengaku kecewa kebijakan Jokowi tersebut.

“Kami sangat kecewa atas pemberian grasi terhadap Susrama, pelaku pembunuhan Bagus Narendra Prabangsa seorang wartawan, ini akan menodai kemerdekaan pers,” ujarnya.

Aristya juga mengangap kebijakan Jokowi tersebut tidak masuk akal. Bahkan, pria yang juga menjadi Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa Kertha Aksara FH Unud ini menyebut hal ini dapat mengancam kemerdekaan pers.

“Penegakan kemerdekaan pers akan terancam. PPMI Bali meminta presiden untuk mencabut grasi tersebut. HAM narapida jangan dimanjakan, mereka juga sudah merebut HAM korbannya,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Prabangsa diduga dibunuh dengan cara sadis karena pemberitaan penyimpangan proyek di Dinas Pendidikan dalam proyek pembangunan taman kanak-kanak bertaraf Internasional di Bangli.

Jasad Prabangsa dibuang dengan cara dibungkus plastik hitam besar. Kemudian diangkut mobil dan dibuang di laut Klungkung pada 11 Februari 2009. Setelahnya 16 Februari jasad Prabangsa ditemukan mengambang di perairan Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali.

Hasil autopsi terhadap korban, bahwa ditemukan luka pecah batok di kepala akibat pukulan benda tumpul. Selain itu bagian tangan patah, wajah, leher dan beberapa bagian tubuhnya mengalami luka memar.

Polisi terus menyelidiki kasus pembunuhan ini. Terungkap! Mei 2009 I Nyoman Susrama ditangkap. Adik Bupati Bangli kala itu I Nengah Arnawa adalah aktor intelektual.

Dua tersangka lainnya I Nyoman Rencana dan I Komang Gede Wardana adalah orang yang bertindak sebagai eksekutor. Dalam kasus ini polisi pengamankan 7 tersangka. Susrama pun divonis seumur hidup penjara. (jt1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.