Seru!, Mengenal Diabetes Lebih dalam Lewat Diabetes Camp 2019

0

TABANAN/terbitdotco – Puluhan orang tua dan anak usia dini dari sejumlah daerah di Provinsi Bali, mengikuti kegiatan sosialisasi penyakit diabetes melitus (DM). Kegiatan dengan konsep camping ini digelar di The Sila’s Agrotourism.

Meski sebagian besar para peserta merupakan anak yang telah divonis positif diabetes tipe 1 dan akan mengkonsumsi insulin seumur hidup, kegiatan yang digagas Sub Divisi Endorkin Anak RSUP Sanglah Denpasar itu berlangsung seru dan ceria.

“Ini yang berbeda, kita tak hanya memberi pengetahuan diabetes melalui materi langsung tapi juga melalui kegiatan-kegiatan outdoor,” kata ketua panitia kegiatan, dr. Made Laksmi disela-sela kegiatan.

Kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut diawali dengan paparan dari sejumlah dokter spesialis mulai dari cara mengontrol gula darah hingga berbagai cara mengatasi masalah yang sering dialami penderita diabetes.

Diabetes Camp 2019 kemudian dilanjutkan dengan game-game seru seperti permainan yang mengasah ketangkasan anak. Para peserta juga diajak mencoba beras rendah kalori Taj Mahal asal Kaki Gunung Himalaya.

“Tadi juga ada pengetahuan pola makan rendah karbo khususnya dengan Nasi Taj Mahal dengan karbo 18gr dan 75 kalori per 100gram. Sehingga anak-anak DM 1 bisa makan nasi lebih banyak, karena 3 piring Taj Mahal setara satu piring nasi biasa. Gula darah tetap terkontrol dan konsumsi Insulin jauh lebih sedikit,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu pemateri dr. Nyoman Arie Purwana, M.Sc., Sp.A. mengatakan, pengetahuan diabetes bagi penderita diabetes anak merupakan hal yang penting.

Saat ini ia menilai masih banyak orang tua yang kurang memperhatikan mental anak penderita diabetes. Menurutnya penyakit diabetes khususnya diabetes tipe 1 yang diderita anak merupakan penyakit yang mudah dikontrol asal pintar mengatur pola makan, aktivitas dan konsumsi insulin.

“Sejak dini anak yang divonis diabetes harus diajari cara menggunakan insulin melalui suntikan. Selain itu juga harus selalu diberi motivasi, sehingga mental anak terbangun,” ungkap dokter anak RSUP Sanglah ini.

Rencananya, Kegiatan Diabetes Camp itu sendiri bakal digelar secara rutin guna terus memberi edukasi penyakit diabetes bagi anak usia dini. Dengan konsep kamping dan kegiatan outdoor diharapkan menambah ketertarikan peserta untuk lebih mengenal penyakit yang dideritanya.

Salah satu peserta, Laksmi Naraswari mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Bocah 16 tahun asal Denpasar Bali ini bahkan sudah bisa mengatur kebutuhan kalori dan menyuntikan insulin secara mandiri. Laksmi sendiri sudah divonis diabetes tipe 1 sejak 8 tahun yang lalu.

“Senang ada kegiatan ini. Jadinya gk malu lagi. Bisa belajar lebih jauh soal diabetes. Apalagi ada kegiatan kemahnya juga,” tandasnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.