Sabang Miliki Spot Freediving Kelas Dunia

0

SABANG/terbitdotco – Diving menjadi kegiatan popular di Indonesia. Hanya saja, belum banyak spot freediving di Tanah Air. Salah satu spot freediving terbaik di Indonesia, ada di Sabang, Aceh. Kualitasnya sudah tidak perlu diragukan. Berkelas dunia. Sabang akan menjadi tuan rumah kejuaraan International Freediving yang akan dimulai Sabtu (3/11).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata Ratna Suranti, Kamis (1/11). Lokasi tersebut berada di sekitar Pantai Balohan, Sabang, Pulau Weh.

BACA JUGA : 23 Negara Ambil Bagian Sabang International Freediving

“Belum banyak spot freediving di Indonesia. Kalau scuba diving sangat banyak. Oleh karena itu Sabang cukup beruntung punya spot tersebut. Spot lainnya ada di Bali. Memang belum banyak, makanya kita terus mendorong agar spot ini bisa dikenal lebih luas lagi,” tutur Ratna.

Dijelaskannya, spot freediving di sekitar Balohan ini awalnya dikenalkan seorang freediver asal Perancis.

“Jadi ada seorang freediver asal Perancis. Dia punya sekolah diving. Setiap tahun, dia selalu ke sini untuk berlatih. Dan setelah mulai dikenal, tempat ini mulai disurvei organisasi freediving. Dan akhirnya spot di Pantai Balohan ini dijadikan lokasi freediving,” paparnya.

Dan sejak 2017 lalu, Sabang International Freediving Competition mulai digelar. Ratna menjelaskan, event ini menjadi bagian dari Sail Sabang.

BACA JUGA : https://terbit.co/seniman-lintas-negara-unjuk-aksi-di-manik-bumi-foundation/

“Sabang International Freediving Competition mulai diperkenalkan tahun 2017. Event ini menjadi rangkaian Sail Sabang. Jadi setelah acara Sail Sabang selesai, kita masih memberikan kemeriahan. Melalui acara freediving ini. Dan responsnya sangat bagus,” jelas Ratna.

Hal ini terbukti dengan jumlah peserta yang ambil bagian di perhelatan tahun kedua Sabang International Freediving Competition.

“Tahun ini kita batasi 40 peserta. Mereka berasal dari 23 negara. Bayangkan sebesar apa potensinya untuk pariwisata. Karenanya harus bisa dimanfaatkan dengan optimal,” tutur Ratna. (jt0/rls)

Leave A Reply

Your email address will not be published.