Pacific Rim: Uprising Film Alternatif selain Transformer

0
ROBOT : Film Pacific Rim: Uprising mulai tayang pekan ini. Termasuk di Indonesia. (Foto: Istimewa/terbitdotco)

Oleh : John Tirayoh

JAKARTA/terbitdotco – Film yang merupakan sekuel dari karya Guillermo del Toro pada 2013 mengalami banyak perubahan. Pertama, ada tambahan enam cast baru. Di antaranya, John Boyega, Scott Eastwood, dan aktris Tiongkok Jing Tian. Selain itu, posisi sutradara kini ditempati Steven S. DeKnight, pembesut serial Smallville dan Daredevil. Pacific Rim: Uprising mulai tayang pekan ini. Termasuk di Indonesia.

Robot baku hantam dengan monster dengan visual efek canggih tersaji dalam film ini. Sequel dari Pacific rim yang awalnya merupakan dari game diangkat ke layar lebar. Cerita ? tidak perlu rumit-rumit. Film ini memang di desain hanya untuk hiburan tanpa memakai logika yang musti masuk akal.

Kisahnya sederhana, setelah 10 tahun kekalahan monster (yang tiba-tiba muncul dari dalam laut) telah kalah setelah lempengan retakan dari dalam laut berhasil ditutup. Semuanya tersaji dalam film Pacific Rim yang tayang pada tahun 2013 lalu.

Monster dari dalam laut yang bernama Kaiju ini selama 10 tahun tidak mengancam kehidupan manusia. Meskipun para robot raksasa yang diciptakan manusia beserta pilotnya tetap siaga menjaga kemungkinan yang terburuk.

Tak perlu berlama-lama. Benar saja. Kaiju justru bisa muncul kembali setelah retakan di dasar laut kembali terbuka dan Kaiju raksasa mengancam kehidupan manusia. Kali ini para penyelamat bumi adalah generasi muda yang segar dan berani. Akhir kisah tentu bisa ditebak. Kaiju bisa dikalahkan meski dengan usaha yang keras dari para pahlawan-pahlawan muda yang berjibaku melawan Kaiju.

Aktor John Boyega yang memerankan karakter Jake Pentecost digambarkan sebagai sosok pemberontak. Ayahnya, Stacke Pentecost, meninggal pada film sebelumnya saat melawan Kaiju dengan ukuran yang sangat besar bersama Raleigh Becket di bawah laut.

Selain itu ada juga saudara dari karakter Mako Mori (Rinko Kikuchi), bernama Amara, yang memimpin generasi pilot baru berani yang tumbuh dalam bayang-bayang perang. Amara akan tampil dengan beberapa saudaranya untuk melawan para monster yang mengancam keberadaan manusia.

Tidak ada yang spesial dari film Pacific Rim: Uprising. Sama seperti sequel-sequel Transformer, para penulis scenario Hollywood sepertinya kehabisan akal untuk membuat cerita yang menarik dan elegan untuk mengangkat kisah ini.

Film ini bertumpu pada efek visual yang gagah saja untuk menjadi nilai lebih film ini. Meskipun ada nuansa drama picisan di sela-sela melawan Kaiju, namun hal itu tetap terasa hambar dan biasa saja. Kemenangan Hollywood di film ini adalah mempunyai distribusi dan promosi yang kuat untuk memasarkan film ini ke seluruh dunia.

Menonton versi Imax saja akan terasa biasa saja. Terlebih apabila anda menonton di layer bioskop biasa. Beruntungnya adegan adegan visual efek yang ciamik bisa dikatakan cukup menghibur bagi mereka yang menyukai film ala transformer. Tapi berharap film ini menjadi film yang berkualitas dengan topangan visual efek yang keren, jangan berharap banyak.

Secara keseluruhan Pacific Rim: Uprising yang merupakan film sequel tentunya menarik apabila anda mencari film sain fiksi yang penuh baku hantam dan seisi kota hancur luluh lantak. Tapi lebih dari itu, anda akan merasakan atmosfir yang sangat biasa, layaknya film-film Hollywood yang selalu mengharapkan efek visual sebagai nilai lebih dari film. Selamat Menonton.

Nilai: 6/10 Bintang

Leave A Reply

Your email address will not be published.