Opening Festival Tepi Sawah: Dari Dendangan Jawa hingga Fushion Kontemporeral

0

GIANYAR/terbitdotco – Sabtu (06/07) malam, Festival Tepi Sawah semakin meriah dengan jamming dari berbagai artis lokal. Menjelang sore hari, acara dibuka dengan sambutan oleh Nita Aartsen, salah satu dari 3 founder Festival Tepi Sawah 2019.

Dalam sambutannya, Nita menegaskan Festival Tepi Sawah mengutamakan konsep menyatu dengan alam terbuka dengan melibatkan artis lokal.

“This is a big thing, kita menggerakkan banyak komunitas lokal dengan nilai-nilai edukasi, lingkungan dan kebudayaan,” katanya dengan senyum merekah.

Pembukaan pun dilanjutkan dengan kolaborasi antara Nita, Endah Laras, Woro, dan Gamelan Yuganada. Woro, sinden cilik kelahiran Semarang ini membuka dengan bernarasi menggunakan bahasa jawa mengenai Indonesia dengan keberagamannya.

“Dengan keberagaman itulah, di era modern ini kita bisa menjadi lebih kuat, tentram dan saling menyayangi satu sama lain,” jelasnya.

Penampilan pun dilanjutkan dengan nyanyian merdu dari Endah Laras yang membawakan lagu Di Bawah Sinar Purnama. Nyanyian tersebut diiringi dentingan piano Nita Aartsen dan suara violin dari Celticroom Bali. Sebagai penutup sesi pembukaan ini, Gamelan Yuganada menampilkan gamelan dan tari kecak khas Bali.

Saat ditanya tentang persiapan, Woro mengaku sudah datang ke Bali sejak hari Kamis sehingga bisa melakukan beberapa kali latihan sebelum tampil kemarin malam.

“Kalau opening (lagu,red) memang kesepakatan Tante Nita dan Mama Endah, kalau jamming kan disesuaikan dengan temanya yaitu Dolanan Jawa,” jelasnya.

Pada sesi jamming di stage Kubu, beberapa lagu yang dibawakan adalah Ilir-Ilir dan tembang dolanan dari Banyuwangi. Tak hanya opening dan sesi Dolanan Jawa, malam di Festival Tepi Sawah juga dimeriahkan oleh penampilan Jegog Suar Agung dan Tribute to Koes Plus dari semua artis yang tampil pada hari tersebut.

Salah satu penampilan khas Bali yang menarik adalah tabuh dari Jegog Suar Agung. Jegog merupakan instrumen musik khas kabupaten Jembrana, selain menggunakan bambu, jegog juga merupakan salah satu maskot kabupaten Jembrana.

Saat tampil, Jegog Suar Agung juga berinteraksi dengan penonton dan bersama-sama membentuk melodi lewat tepukan tangan diiringi tabuhan bumbung.

Leave A Reply

Your email address will not be published.