Musisi Gelar Blues Untuk Prabangsa

0

DENPASAR/terbitdotco – Aksi solidaritas menolak pemberian remisi terhadap pembunuh jurnalis, I Nyoman Susrama terus meluas. Aksi solidaritas kali ini datang dari kalangan seniman dan musisi blues melalui event musik bertajuk ‘Blues Untuk Prabangsa’, bertempat di Warung Nyoman Family, Jalan Hayam Wuruk, Renon, Denpasar, pada Rabu (6/2).

“Blues untuk Prabangsa” merupakan gelaran solidaritas melalui musik sebagai bentuk solidaritas dari para musisi untuk mencabut remisi perubahan penjara seumur hidup menjadi 20 tahun bagi I Nyoman Susrama, pembunuh jurnalis.

Event ini sebagai bentuk support dan dukungan musisi terhadap Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) yang saat ini sedang gigih menuntut Presiden Jokowi mencabut remisi untuk Susrama.

Event ini digelar oleh komunitas musisi Blues Bali mulai Bali Island The Blues Community, Classic Rock & Blues Community dan lain-lain. Menghadirkan sejumlah band dan musisi blues lokal juga luar negeri.

Tak hanya itu, dalam ajang ini juga dilakukan penggalangan tanda tangan penolakan remisi pada kain putih panjang. Adanya dukungan dari kalangan musisi menandakan makin meluasnya penolakan atas pemberian remisi pada Susrama.

Kadek Budi Prasetya mengatakan, event ini digelar secara swadaya sebagai bentuk spontanitas para musisi yang menyayangkan keputusan presiden dalam aksi pembungkaman kerja pers.

Pembungkaman kerja pers, kata dia, menandakan bahwa juga menjadi tanda bahwa kebebasan berekspresi juga tak terjamin.

“Bahwa kawan-kawan jurnalis memiliki sangat penting dalam kehidupan demokrasi kita,” ungkapnya.

“Ibaratnya, kawan-kawan jurnalis ini adalah cahaya. Jika remisi ini tidak dicabut, maka kita akan larut dalam kegelapan. Dampak buruk ke depannya lambat laun bukan tidak mungkin akan terjadi,” lanjutnya.

Hal senada dikatakan salah satu musisi, Darwin Doris Here Bessie, solidaritas ini muncul sebagai bentuk spontanitas dari para musisi yang merasa terpanggil menolak pemberian remisi pada otak pelaku pembunuhan jurnalis.

“Bagaimanapun antara seniman dan jurnalis memiliki kedekatan, baik secara personal maupun secara profesi, terlebih dalam hal kebebasan berekspresi. Jadi, kami berharap kejadian ini jangan sampai terulang kembali,” harapnya.

Sementara, Koordinator SJB, Nandang R. Astika turut mengucapkan banyak terima kasih kepada musisi telah menjadi bagian menyalakan api semangat solidaritas ini.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan sikap SJB menuntut pencabutan pemberian remisi kepada pembunuh jurnalis I Nyoman Susrama.

Kembali ia menegaskan, bahwa SJB semata-mata ada untuk menuntut pencabutan remisi, tanpa ada embel-embel politik.

“Bukan hanya soalan semata-mata yang dibunuh adalah jurnalis. Ini bagaimana soal negara ternyata juga tidak menjamin kebebasan berekspresi,” paparnya.

“Karena itu ini memang perlu kita suarakan. Jika pers dibelenggu, kebebasan pers juga artinya akan terbelenggu. Kita terus akan menuntut sampai remisi ini dicabut,” tegasnya.(jt1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.