Musim Liburan, Taxi Troli Gunung Ijen Raup Jutaan Rupiah Perhari

0
SANTAI: Seorang penumpang bersama anaknya menumpang taxi troli saat turun dari Gunung Ijen pada Minggu (18/3) (Foto: Kholik Mawardi/terbitdotco)

BANYUWANGI/terbitdotco – Bagi yang ingin berada di puncak gunung, namun tak perlu lelah mendaki untuk mencapainya, kini ada solusinya. Yakni menggunakan Taxi Troli. Seperti halnya yang ditawarkan para penambang belerang Gunung Ijen, Banyuwangi. Tinggal duduk santai dan selfie ria, 2-3 jam kemudian kita akan berada di puncak gunung.

Ya. Kawah Ijen kini menjadi salah satu pendakian dan destinasi wisata yang semakin populer baik bagi wisatawan lokal maupun turis asing. Kawah yang terletak di puncak Gunung Ijen ini berada di perbatasan kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ketinggiannya 2.443 meter di atas permukaan laut.

Danau kawah ijen ini terkenal sebagai danau air yang sangat asam terbesar di dunia. Salah satu fenomena menarik yang membuat Kawah ini kian populer saat ini adalah fenomena api biru / blue fire yang terjadi setiap dini hari pukul 02.00 – 04.00. Pemandangan ini hanya terjadi di 2 tempat di seluruh dunia, yaitu di Islandia dan Kawah Ijen.

Fenomena ini berasal dari cairan belerang yang mengalir terus menerus di bawah kawah sehingga menimbulkan pancaran api berwarna biru. Selain itu, pesona lainnya adalah keindahan sunrise yang dapat anda nikmati di pagi hari, dan pemandangan kaldera berwarna hijau toska dari pantulan sinar matahari yang menyinari kawah.

Jalur pendakian menuju kawah ijen dari Pos Paltuding sejauh kurang lebih 3 kilometer dan cukup mudah karena jalan lebar, namun lumayan menanjak. Bagi yang belum terbiasa, untuk mencapai ke bibir kawah bisa ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam.

“Kendaraan di Parkir di Paltuding, lalu wisatawan menuju kawah Ijen sejauh 3 kilometer, jalannya sudah bagus dan lebar, namun ada beberapa tanjakan yang lumayan tinggi. Jika belum terbiasa mungkin bisa ditempuh dua jam,” ujar Samsuri, Pemuda Desa Tamansari yang juga pemilik usaha Ijen Expedition Tour.

Sam, panggilan akrabnya juga mengatakan, sebelum mendaki wisatawan diharuskan melapor ke Pos Paltuding dan membayar tiket masuk. Harga tiket wisatawan domestik hanya Rp 5.000 di hari kerja, sedangkan hari libur Rp 7.500. Untuk wisatawan mancanegara diterapkan Rp 100.000 untuk hari kerja dan Rp 150.000 untuk harga akhir pekan dan libur.

Menariknya, saat ini wisatawan yang merasa tidak kuat melewati jalur pendakian bisa menyewa jasa Taxi Troli yang ditawarkan penambang belerang. Belum jelas siapa pencetus ide ini, namun yang jelas, dari keterangan yang dihimpun terbitdotco, Taxi Troli sudah ada sejak 2015 lalu.

MENUNGGU: Penyedia jasa taxi troli menunggu calon penumpang untuk mendaki Gunung Ijen pada Minggu (18/3). (Foto: Kholik Mawardi/terbitdotco)

Dari pengamatan dilapangan, troli ini terbuat dari besi yang di las sehingga membentuk gerobak, roda menggunakan ban sepeda motor dan rem tromol dengan tuas rem tangan. Demi membuat nyaman wisatawan, penambang menambahkan bantalan dari busa yang dibungkus dengan kulit sintetis.

Usut punya usut, troli ini sebenarnya untuk mengangkut belerang dari bibir kawah menuju pos penimbangan di Paltuding karena dianggap lebih efisien. Namun ketika sedang ramai pengunjung, mereka menawarkan jasa untuk membantu wisatawan menuju ke kawah ataupun turun.

Untuk biaya naik taxi troli ini, wisatawan harus merogoh dompet agak dalam. Ongkos naik dipatok lebih mahal dari pada ongkos turun. Tarif naik dari Paltuding ke Kawah dihargai 700ribu hingga 800 ribu, sedangkan turun dihargai 150-200 ribu tergantung negoisasi.
Sam sangat berharap untuk penambang yang melayani jasa Taxi Troli membuat standar harga yang baku dan diumumkan kepada wisatawan sehingga wisatawan tidak merasa terlalu mahal.

Terlebih, Taxi Troli ini dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang hendak melihat keindahan kawah ijen dan fenomena Bluefire namun memiliki keterbatasan, oleh karena itu selain memperhatikan soal kenyamanan juga memperhatikan standart keamanan.

Dari sisi penyedia jasa sewa taxi yang juga penambang belerang, Lugi Yogi menjelaskan, untuk yang ingin mendaki, harganya memang lebih mahal karena membutuhkan tiga orang.

“Kami berbagi dengan teman penambang lain. 2 orang menarik troli, dan 1 orang lagi memegang kemudi,” terangnya.

Jika akhir pekan atau musim liburan, Lugi Yogi mengaku bisa mendapatkan 2-3 penumpang, namun jika hari biasa mendapatkan 1 penumpang saja sudah sangat beruntung. Pendapatan yang didapatkan dibagi dengan kedua orang temannya yang membantu menarik taxi troli.

“Ya hasilnya dibagi rata, biar sama-sama dapat penghasilan,” imbunya.

PUNCAK: Taxi Troli berada di bibir kawah Ijen siap mengangkut wisatawan untuk turun gunung pada Minggu (18/3). (Foto: Kholik Mawardi/terbitdotco)

Rupa-rupanya, penghasilan dari Taxi Troli ini lebih banyak dibandingkan dengan mengangkut belerang. Informasi yang dihimpun, harga perkilo belerang Rp 1000. Rata-rata, setiap orang dapat mengakut seberat 300 kilo perharinya. Jadi, dalam sehari, para penambang ini dapat meraup rupiah sebanyak Rp 300 ribu perhari.

Keberadaan taxi troli di Kawasan Wisata Alam Gunung Ijen menurut Abdul Kholik, pemilik Rizki Bali Tour sangat membantu wisatawan yang ingin melihat keindahan Kawan Ijen dan Bluefire namun ada keterbatasan tenaga.

“Keberadaan taxi troli ini sangat membantu wisatawan yang ingin ke puncah kawah ijen namun ada keterbatasan tenaga, jadi mereka tetap bisa menikmati pemandangan puncak kawah dan mendapatkan pengalaman lain,” tutup pria kelahiran Banyuwangi ini. (jt0)

Leave A Reply

Your email address will not be published.