Keren!, Kerajinan Keben Cantik dari Desa Kayubihi

0

BANGLI/terbitdotco – Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Kintamani dan Penglipuran ataupun Gunung Batur bukan? Beberapa destinasi dari sekian banyak daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Bangli.

Namun ada satu lagi potensi yang dimiliki Kabupaten yang memiliki kuliner khas Mujair Nyat-nyat ini.

Desa Kayubihi, Bangli menjadi salah satu tujuan tim Terbitdotco saat berkunjung ke kabupaten tempat anjing ras asli Bali berasal.

Memasuki desa Kayubihi anda akan langsung melihat pepohonan bambu di kanan dan kiri jalan yang anda lewati, potensi inilah yang dimiliki Bangli yang memiliki cuaca cukup sejuk yang membuat pohon bambu dapat tumbuh subur.

I Nengah Muderana dan keluarganya adalah salah satu dari sekian banyak keluarga yang menggantungkan hidupnya dari kebun dan pengrajin berbahan bambu.

Dibantu istri dan anak-anaknya, berbagai macam kerajinan tangan berbahan bambu menjadi salah satu kegiatan keseharian menjelang siang.

Tim Terbitdotco sempat ikut merasakan suasana kebersamaan keluarga Nengah Muderana ini saat membuat Keben salah satu wadah persembahan umat Hindu di Bali.

Tangan-tangan terampil mertua, istri dan anak-anak mertua Nengah Muderana tampak terampil mengayam bambu yang telah dikupas tipis dan diambil kulitnya sebagai bahan pembuatan Keben, tas dan kerajinan lainnya.

“Anak-anak memang sudah dari kecil belajar mengayam, sama seperti saya dan istri. Jadi sudah terbiasa,” ungkap laki-laki yang menamai tempat usahanya Denika Bamboo ini.

Sebelum dianyam, bambu yang diambil dari kebun atau dibeli dari orang lain jika pesanan sedang menumpuk ini dipotong dan dijemur agar kadar air di dalam bambu hilang.

Setelah kering bambu-bambu lalu dikupas dan diambil kulitnya saja. Proses belum selesai sampai disana, kulit bambu lalu diserut dengan pisau untuk mendapatkan permukaan yang halus.

Agar terlihat lebih cantik, kulit-kulit bambu ini diolesi cat berbagai warna dan dikeringkan lagi.

Setelah semua proses itu selesai barulah proses mengayam dimulai.

Menurut Nengah untuk menyelesaikan satu bagian Keben dengan ukuran sedang diperlukan waktu sekitar 5 jam, sehingga untuk menyelesaikan Keben dan tutupnya diperlukan waktu sampai 10 jam.

“Motif anyamannya hampir sama seperti keben lainnya, untuk warnanya disesuaikan dengan warna yang sedang diminati saat ini,” jelas Nengah Muderana yang juga membuat kerajinan dari kayu.

Nengah menjelaskan biasanya ada juga konsumen yang ingin memesan motif lain misalnya berbentuk tulisan nama pada Keben yang dipesan.

Anda juga tak perlu khawatir harga hasil anyaman berbahan bambu ini masih terjangkau yaitu berkisar 40 sampai dengan 100 ribu untuk Keben ukuran kecil dan sedang. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.