Keluarga Cemara Film yang Menguras Emosi

0

DENPASAR/terbitdotco – Bagi kita yang lahir di tahun 90-an, pasti tidak asing lagi dengan keluarga cemara.

Keluarga Cemara merupakan sebuah sinetron yang ditayangkan pada tanggal 3 Mei 1996 hingga tamat pada tanggal 29 Februari 2005. Sinetron ini pada awal penayangannya di RCTI pada tahun 1996-2002 kemudian pindah ke TV7 pada tahun 2004-2005. Pemeran utama sinetron ini antara lain Novia Kolopaking, Lia Waroka, Adi Kurdi, dan Ceria HD.

Sinetron Keluarga Cemara ini di remake menjadi film. Digarap oleh sutradara muda bernama Yandy Laurens dan diperankan oleh Ringgo Agus Rahman sebagai Abah, Nirina Zubir sebagai Emak lalu ada Zara JKT48 memerankan Euis dan Widuri Puteri berperan sebagai Ara.

Film Keluarga Cemara full movie ditayangkan serempak di bioskop Indonesia pada Kamis (3/1) agaknya memiliki perbedaan dalam hal penokohannya.

Dalam versi Sinetron, gambaran keluarga cemara merupakan gambaran keluarga pada umumnya di masa 90an. Abah digambarkan sebagai seorang ayah yang sederhana, bersahaja dan sangat sayang dengan keluarganya.

Sementara Emak digambarkan sebagai seorang Ibu rumah tangga yang sederhana, senang memakai daster sehari-harinya.

Lalu Euis putri sulungnya yang beranjak remaja senang menggunakan busana kasual dengan gaya rambut khas masa itu, poni depan dan rambut terikat rapi.

Sementara Ara, yang tentunya lebih muda cenderung berpenampilan seperti anak-anak pada umumnya. Pakaian yang tak terlalu rapi khas anak SD pada kala itu.

Ada tokoh anak bungsu bernama Agil yang sangat ceria membuat kehidupan keluarga cemara semakin berwarna.

Sementara dalam versi Film, Ringgo Agus Rahman yang berperan sebagai Abah tidak seperti Abah pada versi sinetron yang ditampilkan berpenampilan sederhana menggunakan kaus loose.

Pada versi film, Ringgo lebih sering menggunakan kaos polo dan dalam beberapa adegan, rambutnya pun terlihat lebih berantakan ketimbang pemeran Abah di sinetron. Karakteristik Abah di sini pun lebih ceria dibandingkan sebelumnya.

Nirina Zubir yang berperan sebagai Emak juga tak nampak selalu menggunakan daster dalam kesehariannya, rambut Nirina yang pendek juga memberikan kesan tampilan yang lebih modern.

Lalu Euis pada film ini digambarkan sebagai remaja yang cukup kekinian, dengan jins dan atasan kasual juga poni menyamping tidak sama seperti Euis versi sinetron.

Kemudian tokoh Ara pada versi film ini tidak nampak begitu berbeda dengan versi sinetron, hanya saja ia sering menggunakan kaos dan jaket sebagai penghangat badannya. Keceriannya masih sama seperti versi Keluarga Cemara terdahulu.

Perbedaan yang paling mencolok dalam film ini ialah ketiadaan karakter Agil sebagai anak bungsu di Keluarga Cemara.

Film Keluarga Cemara hasil kerjasama Visinema Pictures, Kaskus dan Ideosource ini hampir sama dengan sinetronnya, mengisahkan Abah yang diperankan oleh yang dahulunya kaya dan modern tiba-tiba jatuh miskin.

Film dengan Original Soundtrack (OST) berjudul Harta Berharga ini dipastikan akan benar-benar menguras emosi penonton.

Bagaimana seorang abah harus memimpin keluarganya dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang ia miliki.

Sementara itu, seorang Emak yang selalu mendampingi dan membuat Abah serta anak-anaknya untuk bertahan menghadapi berbagai macam rintangan dalam perjalanan hidup. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.