Kaget!, Lagi Asik Diskusi di Halaman Unud, Dibubarkan

0

DENPASAR/terbitdotco – Puluhan mahasiswa Universitas Udayana yang terdiri dari Serikat Demokratik Mahasiswa Nasional (SDMN), Front Mahasiswa Nasional (FMN), Lembaga Pers Mahasiswa Kanaka dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menggelar diskusi tentang dinamika pemerintahan Jokowi pasca dilantik pada Senin (29/10).

Kinerja Jokowi selama periode 2014-2019, susunan kabinet Jokowi periode 2019-2024, dan permasalahan di Papua menjadi pembahasan dalam diskusi yang diselenggarakan mulai pukul 19.00 WITA di taman internet Univ. Udayana kampus Sudirman ini.

Berdasarkan keterangan salah seorang panitia diskusi Excel, beberapa menit setelah diskusi dimulai, satuan pengamanan (Satpam) kampus yang sedang bertugas mendatangi lokasi diskusi untuk menanyakan perihal diskusi yang dibuat.

“Dalam pembicaraannya, satpam mengatakan kalau Rektor melarang segala aktivitas diskusi yang memprovokasi,” jelas Excel.

Namun karena panitia acara menyatakan hanya berdiskusi tanpa mengajak berdemo, dua orang Satpam akhirnya mengijinkan namun tetap memberikan catatan apabila ada pembicaraan tentang aksi demonstrasi, maka diskusi akan dibubarkan.

Tiga puluh menit setelah didatangi dua orang Satpam diawal diskusi, beberapa orang satpam memanggil penanggung jawab acara untuk menyampaikan bahwa diskusi harus dibubarkan karena telah diawasi oleh Intel dan sesuai arahan Rektor untuk dibubarkan.

Salah seorang Satpam, DAB mengungkapkan bahwa dirinya hanya menjalankan arahan dari Rektor untuk membubarkan acara diskusi yang dilakukan di taman internet kemarin malam.

Dirinya mengaku tidak ingin menimbulkan masalah antara Satpam dan mahasiswa, namun karena memiliki kewajiban menjaga keamanan kampus maka DAB membubarkan diskusi malam kemarin.

“Salah satu teman mendapat arahan dari Rektor untuk membubarkan kegiatan diskusi tadi (kemarin malam,red) karena ditakutkan akan memprovokasi mahasiswa untuk berdemontrasi,” ungkap DAB yang merupakan salah satu Satpam Unud kampus Sudirman yang bersedia diwawancara

Setelah menutup diskusi secara terpaksa, beberapa peserta diskusi tampak tetap berada di sekitar taman internet untuk mengobrol.

Mewakili penyelenggara acara, Excel mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap represif Rektor membubarkan diskusi mahasiswa. Padahal menurutnya ruang kampus adalah ruang publik yang dapat digunakan oleh mahasiswa untuk mengembangkan diri.

“Belum lagi pada aksi massa tanggal 24 dan 30 September kemarin, Rektor juga mengeluarkan larangan kepada mahasiswa untuk ikut aksi dan mengancam akan memanggil mahasiswa yang ikut dalam demonstrasi,” tutup Excel.

Leave A Reply

Your email address will not be published.