JRX dan The Hydrant Support Antrabez di Album ke 2; Ini Simbol Kebebasan dalam Berkarya

0
BERDENDANG: Jrx berkolaborasi dengan Antrabez di The Orchard Bar and Restaurant pada Jumat (16/2). (foto : terbitdotco)

SEMINYAK/terbitdotco – Cuaca mendung menghiasi langit wilayah Kuta-Seminyak pada Jumat (16/2) itu. Meski begitu, tentunya tak menghentikan aktivitas di ”kampung” turis dan wisatawan lokal tersebut. Semakin larut malam, suasananya pun semakin ramai.

Tepat pada pukul 20.00 WITA, terbitdotco tiba di The Ochard Bar and Restaurant yang berada di Jalan Nakula, Gang Baik-Baik. Kehadiran kali ini untuk menonton sebuah pertunjukan musik dari grup band yang menamai dirinya Antrabez.

Bagi yang belum tahu, Antrabez merupakan band yang terbentuk dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Bali. Personilnya ada Octav (Gitar), Febri (Vocal), Rifa (Gitar-Melody), Ronald (Keyboard), Daus (Drum) dan Vico (Bass).

Dari keenam orang ini, tiga orang personilnya sudah selesai menjalani masa tahanan di Lapas Kerobokan. Band yang terbentuk tahun 2016 ini sejatinya sudah menelurkan satu album yang berjudul Saatnya Berubah.

Lagu-lagu di album tersebut pun dinilai sudah mampu mencuri perhatian publik. Nah, untuk melanjutkan kesuksesan tersebut, Antrabez kali ini ingin memperkenalkan beberapa lagu baru yang ada di album keduanya yang akan di rilis pada pertengahan bulan Maret 2018 nanti.

The Ochard Bar and Restaurant pun dipilihnya sebagai laga awal pengenalan album keduanya. Meski masih ada personil Antrabez yang berstatus warga binaan, tentu ijin untuk manggung di luar Lapas sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. Ini juga bukan pertama kalinya Antrabez manggung di luar Lapas.

SALING TATAP: Febri (ketiga dari kiri) menatap Rifa (kedua dari kiri) saat tampil menghibur penonton. (foto: terbitdotco)

Jam kala itu menunjukkan pukul 21.00 WITA. Antrabez pun tampil di awal dengan membawakan beberapa lagu miliknya. Penampilan Antrabez langsung mampu memberikan decak kagum puluhan penonton yang memenuhi The Ochard Bar and Restaurant malam itu.

Terlihat, penonton pun ikut bernyanyi, terutama saat Antrabez membawakan lagu Ibu yang ada di Album pertamanya tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Antrabez juga membawakan lagu barunya berjudul Indonesia yang ada di album keduanya nanti.

Usai manggung, Octav menjelaskan, lagu berjudul Indonesia ini bercerita tentang bangsa yang dicintai bersama dengan berbagai problematikanya. “Lagu Indonesia ini berkolaborasi dengan banyak musisi lokal Bali maupun Nasional,” ungkapnya kepada terbitdotco.

Musisi tersebut diantaranya, ada Bobby dari Superman Is Dead, Ayu Laksmi, Saykoji, Zat Kimia dan masih banyak musisi lainnya. Berbeda dari album pertama, di album kedua nanti, lagu-lagu yang dinyanyikan dominan menggunakan bahasa inggris.

Kata Octav, ada 10 lagu yang ada di dalam album tersebut. Dua lagu berbahasa Indonesia, yakni Indonesia dan Alam Bernyanyi. Delapan lagu lainnya dalam bahasa inggris, seperti Secret Of Life, Rhythm of Love, Alive, Stop the War,Wild Roses, Beneath of Lies dan lainnya.

Ke depan, Octav berharap dapat menghasilkan karya kembali. Tak lupa, Octav juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Antida Music Production di bawah asuhan Anom Darsana dan Erick Est yang telah menggarap video klip lagu Syukuri Ujianmu.

Dalam penampilannya di The Orchard Bar and Restaurant, Antrabez tidak tampil sebagai band tunggal. JRX, drummer Superman Is Dead dan The Hydrant juga ikut tampil memeriahkan malam itu. Hal ini juga bentuk dukungan dua musisi asal Bali tersebut terhadap Antrabez. “Saya support Antrabez, karena saya merasa satu kelas (sesama musisi,Red) dengan mereka,” ujarnya.

Pria yang memiliki nama lengkap I Gede Ari Astina ini sempat bercanda gurau ketika disinggung soal harapannya ke depan untuk Antrabez.

“Harapan saya, semoga personil Antrabez ke depannya bisa diganti, dan yang nyanyi itu vocalisnya Setya Novanto, drummernya Fahri Hamzah, dan Keyboard si Fadli Zon,” ujarnya lantas tertawa.

Selain JRX, Marshello, vokalis The Hydrant menyampaikan semangat yang sama untuk Antrabez. Baginya, seni itu adalah sebuah anugerah dari Tuhan. Maksudnya, inspirasi untuk menciptakan sebuah karya seni bisa muncul dimana pun, termasuk dari dalam penjara.

“Antrabez adalah sebuah simbol kebebasan (berkarya) walaupun mereka ada di dalam trali besi,” tutup pria yang selalu berpenampilan klimis ini. (jt3/terbit.co)

Leave A Reply

Your email address will not be published.