JNE Membawa Produk Lokal Menuju Pasar Global

0

DENPASAR/terbirdotco – Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang pupuler di dunia. Berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan ke Bali pada tahun 2017 mencapai 8.735.633 jiwa wisatawan domestik dan 5.697.739 jiwa wisatawan asing.

Selain itu, Bali juga punya potensi dan keunggulan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai penggerak rida perekonomian nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, JNE sebagai perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik hadir untuk memberikan dukungan terhadap perkembangan UMKM di Bali agar mampu menembus pasar global. Perusahaan yang berdiri hampir 28 tahun ini menggelar acara KOPIWRITING bersama kompasiana dengan tema “Dari Lokal Untuk Global”.

BACA JUGA : Angkat Tema Asian Games Menpar Puji JFC 2018

Acara yang digelar di Aston Denpasar Hotel pada Kamis, 27 September 2018, menghadirkan beberapa pembicara, yakni Ni Luh Ary Pertami Djelantik sebagai pengusaha, A.A. Mas Utari Noviyanthi selaku pemilik Beehandycrafts Bali, I Gde Wayan Suamba, SE. Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan Dan Perindustrian Provinsi Bali, dan Head of Cargo Sales JNE Freight Reza Arfandy.

Alit Septiniwati selaku ketua cabang JNE Denpasar mengatakan, pruduk luar sangat banyak masuk ke dalam negeri, padahal produk lokal tidak kalah kualitasnya dengan produk luar.

“Disinilah JNE hadir untuk mendukung UMKM tersebut, kami sudah melaksanakan program Rumah UKM. Kami mengajarkan cara pengemasan dan pemasaran bagi UMKM,” katanya.

BACA JUGA : Keren, 8 Destinasi Wisata Indonesia Tebar Pesona di Changi Airport Singapura

Seperti yang dikatakan Reza, bahwa permasalahan dalam penjualan produk lokal ke luar negeri yaitu pada pengemasan dan pemasaran. Selain itu, juga dalam ongkos kirim. Ongkos pengiriman barang ke luar jauh lebih murah ketimbang ongkos pengiriman dalam Indonesia, karena daratan di Indonesia dibatasai oleh laut-laut. Maka, JNE memberikan servis yang sepadan dengan ongkos pengiriman barang baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam acara tersebut, Ni Luh Djelantik memberikan solusi terhadap permasalahan pengemasan produk yang akan dipasarkan.

“Selama ini sata sudah membuat ukuran-ukuran box pengiriman, sesuai dengan volume dan berat. Jadi, JNE bisa mencoba membuat standar box pengiriman untuk memudahkan pengemasan produk-produk tersebut dan harus disosialisasikan kepada UMKM,” ujarnya.

Disisi lain, pemerintah dalam hal ini sudah membantu dari pemberian modal sampai perizinan untuk UMKM. Wayan Suamba juga sependapat bahwa pengemasan dalam pengiriman menjadi faktor pendukung.(*)

iklan samping premium

Leave A Reply

Your email address will not be published.