Jelang Lebaran, Penukaran Uang Pecahan di Bali Mencapai Belasan Miliar

Kebutuhan akan uang pecahan jelang lebaran di Bali nyatanya cukup tinggi. Kurang dari sepekan saja penukaran hingga miliaran rupiah.

0

DENPASAR/terbitdotco – Bank Indonesia wilayah Bali telah membuka penukaran uang pecahan bagi masyarakat untuk kebutuhan lebaran. Peminat program penukaran uang dengan tema Rupiah Untuk Negeri ini pun terus membludak hingga di hari penutupan pada Jumat (8/6).

Ada dua titik yang dijadikan lokasi penukaran, yakni di Area Sentral Parkir, Kuta pada tanggal 28, 31 Mei, dan 4 Juni 2018. Sedangkan di Lapangan Puputan Badung dimulai pada tanggal 5-8 Juni 2018.

Berdasarkan pantauan terbitdotco di hari terakhir, sejak pagi, nampak warga sudah berdatangan ke tempat penukaran di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Tepatnya di depan Museum Bali.

Padahal loket nomor antrean baru buka pada pukul 09.30 WITA. Warga pun bersedia antre untuk menukar pecahan uang dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu dan dua puluh ribu rupiah. Bahkan ada pula yang saling titip.

“Setiap hari kami membatasi pelayanan hanya sembilan ratus orang yang dibagi ke dalam enam mobil pelayanan,” ungkap Agus Mulyawan selaku Koordinator Lapangan Program Rupiah Untuk Negeri tahun 2018 ini.

Dalam data, angka penukaran pun mencapai miliaran setiap tahunnya. Di tahun 2017, angka penukaran uang pecahan mencapai Rp. 17,4 miliar dengan penukar sebanyak 5107 orang. Sedangkan data hingga tanggal 7 Juni 2018 ini, sebanyak 4004 orang melakukan penukaran dengan total nilai mencapai Rp. 15,6 miliar rupiah.

Sementara itu, untuk penarikan uang tunai jelang mudik lebaran tahun 2017 lalu, nilainya mencapai Rp.3,88 trilliun. Sedangkan untuk tahun ini meningkat 0,8 persen atau Rp. 3,91 trilliun rupiah.

Sebagaimana diketahui, masyarakat hanya bisa mendapatkan penukaran uang dengan nominal Rp. 5 ribu dan Rp. 10 ribu masing-masing sebanyak 1 juta rupiah. Sedangkan untuk nominal Rp. 20 ribu sebesar 2 juta rupiah dan nominal Rp. 2 ribu sebesar Rp. 400 ribu.

“Kami membatasi untuk jumlah penukaran uang per hari hanya bisa sebesar Rp. 4,4 juta rupiah per orang,” jelas Agus.

Disinggung pecahan yang paling diminati warga, dikatakan Agus, warga lebih banyak melakukan penukaran pada uang pecahan lima ribu dan sepuluh ribu rupiah.

“Mungkin agar mudah dalam berbelanja selama perjalanan mudik. Biasanya juga dibagikan kepada anak-anak yang ada di kampung tempat pemudik berasal,” pungkasnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.