Jelang Berakhirnya Masa Jabatan, ForBALI Berikan “Penghargaan” untuk Mangku Pastika

0

DENPASAR/terbitdotco – Ada yang menarik dalam aksi puncak yang digelar Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) yang digelar di depan Kantor Gubernur Bali pada Sabtu (25/8).

Dalam aksi menjelang berakhirnya izin lokasi yang dipegang PT. TWBI untuk menguruk Teluk Benoa seluas 700 hektar tersebut, ForBALI membawa “penghargaan” untuk Gubernur Bali, Mangku Pastika diakhir massa jabatannya.

“Kami berikan penghargaan untuk Mangku Pastika atas kerja nyatanya. Yakni, sebagai gubernur Bali yang memiliki rekor selama lima tahun didemo warganya,” ujar Wayan Gendo Suardana selaku Koordinator ForBALI di depan Kantor Gubernur Bali.

BACA JUGA : Urusan Reklamasi Teluk Benoa, Jika Kuliah, Gendi Sebut Nilai Koester E

Kata Gendo, selama menjabat menjadi gubernur Bali, Mangku Pastika melakukan kerja nyata dengan tidak mendengarkan suara rakyat Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa dan lebih memilih untuk mendengarkan Investor.

Tak hanya Mangku Pastika, Gendo juga menyindir Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama atas pernyataannya di media tentang kalangan bisnis yang tak rugi jika reklamasi ini dibatalkan. Justru yang rugi adalah pemilik bisnis demo.

“Siapa dan pihak mana yang dimaksud pebisnis demo? Jika kami (ForBALI bersama Pasubayan) yang dimaksud, tentu itu salah besar. Silahkan tanya, para penari dan musisi yang tampil hari ini, tak ada satupun yang dibayar,” tegasnya.

BACA JUGA : ForBALI Nyatakan 99 Persen Teluk Benoa Tidak Jadi Diuruk

Gendo menyebut, Adi Wiryatama tidak mengetahui urusan dapur ForBALI yang bergerak lebih selama 5 tahun ini. “Saat kami datang ke Jakarta untuk membawa isu tolak reklamasi, kami tidur di kasur lipat, ada juga yang tidur di lantai. Bukan dihotel. Apa itu yang namanya bisnis?,” singgungnya.

Semestinya, Adi Wiryatama malu karena selama ini diam dan tidak berdaya dalam upaya menghentikan reklamasi di Teluk Benoa, padahal Adi Wiryatama punya jabatan dan kewenangan yang diatur hukum.

“Parahnya, pada titik akhir, Adi Wiryatama malah terkesan mencari pembenaran-pembenaran yang pada titik tertentu dapat bias tafsir dan kami duga tafsir akibat pernyataan Adi Wiryatama dapat mendiskreditkan gerakan rakyat yang selama ini tulus dan berkorban dan berjuang demo Teluk Benoa,” ungkapnya.

BACA JUGA : Baliho Tolak Reklamasi Berlipat Ganda, Sambut Kemenangan Teluk Benoa

Terakhir, untuk menguji keseriusan Adi Wiryatama sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban agar tidak ada lagi model kebijakan pembangunan yang manipulatif sebagaimana terjadi dalam kasus Teluk Benoa, ForBALI menuntut Adi Wiryatama melakukan upaya politik untuk segera membentuk Pansus reklamasi Teluk Benoa guna untuk membongkar tuntas kasus ini. (jt1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.