Gus Fayyadl: Pertambangan di Tumpang Pitu harus Ditolak, karena Meninggalkan Bekas dan Membahayakan

0
PERSIAPAN: Salah satu warga sedang merapikan spanduk Banyuwangi Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu sebelum acara pengajian akbar pada Minggu (25/4) malam. (foto: Istimewa)

BANYUWANGI/terbitdotco – Ada yang berbeda di Lapangan Sumbermulyo pada Minggu (25/2), Sejak pagi suasana sangat riuh dengan persiapan Pengajian Akbar Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu. Gotong royong antar warga terlihat jelas, saling membantu satu sama lain, ada yang mempersiapkan ‘genjot’ (panggung, red) dan menghias dengan berbagai spanduk bertuliskan “Peran Agama Terhadap Lingkungan”.

Dipanggung utama juga terdapat sebuah spanduk panjang bertuliskan

“Sadarlah wahai para pemangku kebijakan, keserakahanmu sudah melampaui batas, Kami juga punya hak untuk hidup tenang”.

Beberapa orang menyiapkan kursi untuk tamu sambil sesekali memastikan apakah kursi sudah rapi atau belum. Empat orang lagi bersiaran keliling kampung dengan membawa pick-up menyampaikan kepada warga Pesanggaran bahwa malam ini ada acara pengajian akbar dengan pembicara Gus Fayyadl dari Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo.

Sementara itu perempuan-perempuan warga Pesanggaran mempersiapkan hidangan untuk para tamu. Terdengar celetukan berbahasa jawa, sesekali mereka tertawa lepas.

“Ayo rek, semangat tolak tambang iki kanggo anak putu,” teriak salah satu perempuan menyemangati temannya yang lain.

Warga mengaku tidak pernah bekerja dalam acara besar, namun karena kecintaannya terhadap Gunung Tumpang Pitu, mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan acara agar terselenggara dengan lancar.

Pukul 18:30 WIB, satu persatu warga mulai berdatangan, kurang lebih 500 warga berkumpul di Lapangan Sumbermulyo. Suara lagu-lagu religi diperdengarkan. Warga berjejer, bersalaman satu sama lain, tak lupa senyum ramah menyambut para tamu. Kanan kiri tenda utama ada sekitar 10 pedangan keliling. Mereka mulai menata barang dagangan sedemikian rupa untuk menarik calon pembeli.

“Tujuan diadakan acara pengajian akbar ini adalah agar kita semua tahu landasan agama untuk menolak tambang emas Tumpang Pitu, agar kita lebih mantab dalam berjuang,” kata Nur Hidayat selaku ketua panitia pengajian.

Muhammad Al-Fayyadl atau biasa dipanggil Gus Fayyadl memulai ceramah pada pukul 20.30 WIB. Diawal ceramah Gus Fayyadl mendoakan Budi Pego yang sedang dikriminalisasi.

“Pertama-tama saya ingin mempersembahkan Pengajian ini khusus pahlawan kita, yaitu saudara saya Budi Pego, Kenapa saya sebut saudara karena kita sama-sama dalam berjuang fisabilillah, di jalan Allah untuk menjaga tanah air kita,” Ujar Gus Fayyadl Alumni Filsafat UIN Sunan Kalijaga mengawali ceramahnya.

Semua yang terjadi pada Budi Pego adalah sebuah resiko berjuang mempertahankan tempat bermainnya untuk kebaikan. Perlu diingat bahwa yang di penjara belum tentu bersalah, Gus Fayyadl mencontohkan kejadian Nabi Yusuf. Nabi Yusuf, amanah, jujur, tapi dipenjara, karena mendapatkan fitnah.

Dalam ceramahnya Gus Fayyadl yang juga penah belajar Filsafat di Universitas Paris 8 pada tahun 2012 ini menerangkan bahwa bumi Indonesia ini subur, ribuan jenis tanaman tumbuh di Indonesia, bahkan tongkat dilempar pun tumbuh jadi tanaman. Mereka yang merusak dan menghancurkan alam, sesungguhnya adalah kufur terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT.

Warga Pesanggaran berjuang mempertahankan Alam agar tetap lestari pertama-tama harus dimaknai sebagai sebuah bentuk Syukur kepada ciptaanNya. Perjuangan warga pesanggaran adalah suatu proses dimana kita disadarkan bahwa sagala sesuatu yang ada disekitar Pesanggaran adalah anugerah yang harus disyukuri dan didoakan.

Selanjutnya Gus Fayyadl juga mengatakan jika berbicara tentang Tumpang Pitu banyak kesamaan; Allah SWT menciptakan Gunung Tumpang Pitu ada 7 tingkat, langit diciptakan 7 tingkat, pintu neraka ada 7, Alfatihah ada 7 ayat. Jangan-jangan dibukanya Gunung Tumpang Pitu, adalah pertanda terbukanya pintu neraka.

“Suara-suara yang kita dengar setiap hari dari Gunung Tumpang Pitu adalah pertanda, Jika kita membiarkan tanda-tanda ini, Allah akan memberikan tanda yang lebih besar,” Kata Gus Fayyadl.

Gus Fayyadl yang juga pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo ini meceritakan syarat boleh menambang. Pertama diperbolehkan menambang asal tanah pribadi, dan tidak berdampak pada tetangga. Kedua diperbolehkan menambang jika di tanah terlantar, tidak ada penghuninya.

Pertambangan tidak diperbolehkan jika berada di kawasan lindung dan mengandung sesuatu yang membahayakan.

“Tidak boleh menambang di kawasan lindung. Didalam hukum islam, jika sudah ditetapkan sebagai kawasan lindung maka dia berlaku sampai seterusnya,” Ujar Gus Fayyadl

Ada sesuatu yang berbeda dalam acara pengajian pada hari Minggu malam (25/2). Tidak biasanya dalam pengajian ada diskusi dan tanya jawab. Saat ditanya tim terbitdotco Taufiq, anggota Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSD) Banyuwangi mengatakan tujuan diadakan diskusi dan tanya jawab dalam pengajian akbar tolak tambang emas tumpang pitu ini agar kita semua bisa mengupas dengan jelas.

Diakhir ceramah Gus Fayyadl menyampaikan, Jika pertambangan berada di kawasan lindung, meninggalkan bekas dan membahayakan maka harus ditutup, demi kebaikan bersama dan anak cucu kita. (jt0)

Leave A Reply

Your email address will not be published.