Gugatan Warga Celukan Bawang dan Greenpeace Kandas Di Palu Hakim

0

DENPASAR/terbitdotco – Gugatan masyarakat Celukan Bawang dan Greenpeace Indonesia terhadap SK Gubernur Bali tentang izin lingkungan PLTU Celukan Bawang Tahap Dua 2×330 MW, tidak diterima oleh Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Denpasar pada Rabu (16/8).

Hakim dalam pertimbangan hukumnya menyatakan bahwa para penggugat tidak mempunyai hak untuk mengajukan gugatan dikarenakan tidak adanya kepentingan yang dirugikan atas terbitnya SK Ijin Lingkungan PLTU Celukan Bawang Tahap dua 2×330 MW.

BACA JUGA : Usai Sidang, Warga Celukan Bawang Sampikan Aspirasi ke DPRD Bali

“Pertimbangan ini mencerminkan kegagalan hakim menerapkan maksud dan tujuan dari hukum lingkungan hidup dalam melakukan pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan,” ujar tim kuasa hukum penggugat, I Wayan Gendo Suardana.

Lanjutnya, pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan termasuk mencegah potensi dampak yang akan terjadi dikemudian hari, meskipun proyeknya belum berjalan.

Sementara itu, Dewa Putu Adnyana, Direktur YLBHI-LBH Bali menyatakan putusan ini sangat tidak berkeadilan, bahkan sangat berpihak terhadap tergugat.

BACA JUGA : Bukti Baru Tunjukan Ada Cacat Prosedur di Gugatan PLTU Celukan Bawang

“Karena hakim dalam pertimbangan hukumnya hanya menggunakan keterangan saksi dan ahli dari pihak tergugat II intervensi,”sebutnya.

Salah satu pertimbangan yang menunjukkan perihal diatas adalah Majelis Hakim menyatakan bahwa pembangunan PLTU Celukan Bawang Tahap II berpotensi atau berdampak buruk terhadap lingkungan hanyalah asumsi semata, karena tidak disertai dengan bukti ilmiah.

Sementara itu, Didit Haryo, Juru Kampanye Greenpeace Indonesia menyebut alat bukti yang diajukan dalam pengadilan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah yaitu hasil penelitian ahli-ahli tentang dampak PLTU batubara terhadap polusi udara dan pencemaran ekosistem laut.

“Berbanding terbalik dengan Alat Bukti Tergugat II intervensi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya dengan menggunakan sumber Wikipedia dan percakapan Kaskus,”ujar Didit. (jt1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.