Gerhana Bulan Total Terpanjang, Bintang Paling Terang itu Planet Mars

Saat gerhana bulan total, gelombang laut lebih dari 3 meter di samudera Hindia yang mengarah pantai selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan pantai Barat Sumatera.

0

DENPASAR/terbitdotco – Gerhana bulan total akan menjadi fenomena istimewa di abad 21 pada Sabtu (28/7) ini. Bahkan, akan menjadi yang terpanjang dengan kurun waktu 107 menit. Sebab, bulan akan berada pada posisi terjauhnya dari bumi. Tepatnya 406.223 kilometer.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) pun mengimbau agar tetap waspada terhadp efek yang ditimbulkan. Seperti halnya dengan efek gabungan gelombang tinggi laut dengan pasang maksimun saat purnama dan gerhana bulan.

Diperkirakan, angin dari selatan-tenggara cukup kencang, sekitar 30 km/jam. Dampaknya, gelombang laut lebih dari 3 meter di samudera
Hindia yang mengarah pantai selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan pantai Barat Sumatera.

Peneliti LAPAN, Thomas Djamaluddin yang dikutip terbitdotco dari akun Facebook resminya mewanti-wanti akan terjadinya banjir pasang (rob) melimpas ke daratan yang lebih jauh.

“Akibat pasang air laut menjadi maksimum. Efek gabungan gelombang tinggi dan pasang maksimum bisa menyebabkan banjir pasang (rob) melimpas ke daratan yang lebih jauh,” tulisnya Jumat (27/7).

Dalam penjelasannya lebih lanjut, gerhana bulan total pada saat punama terjauh atau disebut micro-moon. Fase total terjadi pada pukul 02.30-04.13 WIB, selama 107 menit, terlama di abad ini.

Pada saat gerhana bulan total, bulan berwarna merah darah sehingga disebut blood-moon. Warna merah darah itu disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi, sehingga warna merah cahaya matahari yang menimpa purnama.

Maka media sering menyebut fenomena akhir Juli ini sebagai micro-blood-moon. Gerhana saat ini menjadi yang terpanjang pada abad ini, karena lintasannya dekat dengan garis tengah lingkaran bayangan bumi dan jarak bulan terjauh dari bumi.

“Dengan dua faktor itulah, purnama berada dalam kegelapan bayangan bumi lebih lama daripada gerhana bulan pada umumnya,” terangnya.

Pada saat purnama meredup dan memerah, kata profesor riset astronomi astrofisika LAPAN, Planet Mars pun menjadi bintang terang kemerahan di samping kirinya.

“Itulah planet Mars, tetangga bumi yang juga sedang mengalami purnama, sehingga tampak seperti bintang yang sangat terang,” ujarnya. (jt1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.