FAO Angkat Wabah ASF China dalam Pertemuan Federasi Veteriner Se-Asia

0

NUSADUA/terbitdotco – Badan Pangan Dunia, FAO mengangkat permasalahan wabah yang saat ini sedang merebak di China, African Swaine Flu (ASF) dalam sidang pleno di pertemuan Federasi Veteriner se-Asia (FAVA), yang berlangsung di Nusa Dua Bali pada Selasa (2/11).

Ian Dacre, Deputi Regional Manager FAO dalam presentasinya yang berjudul: Risk of Transboundary Animal Disease in Asia menyebutkan, ASF memang tidak secara langsung membahayakan manusia. Namun serangan ASF dapat merusak perdagangan, menyebabkan kerugian ekonomi yang besar dan mengancam keamanan pangan.

BACA JUGA : Nadine Chandrawinata Senang Indonesia Tuan Rumah Tapi Sedih Mengetahui Indonesia Penghasil Sampah Plastik Terbesar di Dunia

“Kita tahu Indonesia tidak mengimpor babi maupun produk-produknya. Tapi ASF ini termasuk virus yang kuat, bisa bertahan pada cuaca yang sangat panas maupun sangat dingin. Jadi virus bisa saja masuk ke Indonesia dari produk-produk daging babi yang dibawa para wisatawan asing,” jelas Ian.

FAO melalui Pusat Darurat untuk Penyakit Hewan Lintas Batas (ECTAD), telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China dalam menyiapkan rencana kontingensi ASF dan mengembangkan kapasitas diagnostik untuk menyelidiki, melacak situasi penyakit, penilaian risiko dan kesiapsiagaan darurat.

BACA JUGA : Dukungan Semakin Kuat untuk Provinsi Konservasi Papua Barat

“Biosekuriti sangat krusial untuk mencegah ASF. Karena sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk menangkalnya,”jelasnya.

Ian berharap, Indonesia bisa memiliki rencana kontingensi dalam mencegah ASF masuk mengingat negara ini dikenal sebagai hotspot munculnya penyakit infeksi baru dan berulang (PIB) serta zoonosis.(jt1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.