Diskusi Kebijakan Internet: Kominfo Tegaskan Jangan Terpengaruh Opini Media Sosial

0

DENPASAR/terbitdotco – Kasus tentang pelecehan verbal oleh seorang karyawan hotel di Bali terhadap konsumennya sedang hangat di masyarakat dan pengguna dunia maya beberapa hari ini. Kasus ini menyita perhatian berbagai pihak termasuk para praktisi media massa.

Maraknya penyalah gunaan internet oleh penggunanya, pihak Bale Bengong bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar menggelar diskusi bersama Dirjen Aplikasi Informatika Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Sammy Pangerapan. Dalam diskusi tersebut membahas tentang kebijakan internet menuju pengguna internet cerdas.

Diskusi dilaksanakan di Taman Baca Kesiman, Denpasar pada Rabu (7/2), Sammy mengungkapkan internet dibentuk atas kesadaran etika dan kepercayaan antar pengguna internet. Sehingga orang percaya untuk memberikan informasi pribadinya saat menggunakan sosial media.

“Majunya teknologi internet di Indonesia perlu juga didukung oleh literasi dan etika dalam menggunakan internet,” tegasnya.

Saat ditanya peserta diskusi tentang maraknya penipuan, hoax dan masalah pribadi yang menjadi besar karena sosial media, Sammy mengungkapnya bahwa kita (pengguna internet, Red) belum bisa memisahkan antara kontrol sosial dan kasus kriminal.

“Aparat hukum harus melakukan proses hukum sesuai dengan kaidah hukum, bukan karena tekanan media apalagi media sosial yang belum tentu kebenarannya,” tegasnya.

Seperti tertuang dalam perubahan dari UU ITE yakni penegasan pasal 27 Ayat (3) sebagai delik aduan. Dalam definisi umum, delik aduan adalah delik yang hanya dapat dituntut, jika ada pengaduan dari orang yang merasa dirugikan.

Delik ini bersifat sangat pribadi, sehingga yang berhak mengadu hanya orang yang merasa dirugikan. Menurut Sammy, hal tersebut tidak bisa diwakili lewat orang lain. Sehingga berdasarkan UU tersebut, kasus yang melibatkan karyawan dan pengguna jasa hotel di Bali yang menjadi viral di sosial media bukanlah delik aduan melainkan sanksi sosial sosial terhadap pelaku Verbal Sexual Harassment (Pelecehan Seksual Lisan).

Kabar terakhir dari kasus ini, Kepolisian Sektor Kuta, Bali mengenakan wajib lapor kepada ADR (31) atas dugaan pelecehan verbal terhadap seorang wisatawan asal Selandia Baru berinisial AKJ. (jt3)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.