Bukti Baru Tunjukan Ada Cacat Prosedur di Gugatan PLTU Celukan Bawang

Sidang gugatan PLTU Celukan Bawang kembali berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi ahli dari pihak tergugat dan juga pengajuan alat bukti terakhir dari kedua belah pihak yang bersengketa.

0

DENPASAR/terbitdotco – Pihak kuasa hukum penggugat mengajukan 22 bukti baru dalam persidangan lanjutan gugatan warga terkait izin lingkungan AMDAL pembangunan PLTU Celukan Bawang tahap II di PTUN Denpasar Kamis (19/7).

Wayan Gendo Suardana selaku kuasa hukum penggugat mengajukan bukti baru yang dinilainya krusial, yakni berita acara tentang pertemuan warga yang dilakukan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  Celukan Bawang pada Senin (16/7) lalu di Aula Kantor Desa Celukan Bawang.

“Bukti baru ini, sekaligus mematahkan seluruh fakta-fakta persidangan, terutama kesaksian dan berita acara rapat sosialiasi tanggal 28 Agustus 2016 lalu itu terpatahkan. Karena senyatanya tidak ada sosialisasi,” terangnya.

Dalam surat pernyataan yang dijadikan alat bukti baru tersebut menyatakan, beberapa warga yang tanda tangan mengakui tidak mendapatkan sosialiasi dan penandatanganan daftar kehadirannya dilakukan dari rumah ke rumah oleh Kadus Pungkukan, Saharudin.

“Ini sudah cacat prosedur. Seharusnya tidak bisa melangkah ke analisis AMDAL, tidak juga bisa melangkah ke dokumen RKL-RPL. Bila itu (sosialiasi) sudah tidak terpenuhi, seharusnya tidak ada surat kelayakan lingkungan hidup dan juga surat keputusan kelayakan lingkungan hidup,” sebut pria asal Ubud ini.

Ada 22 bukti baru yang diajukan oleh penggugat pada sidang tersebut. Selain bukti pernyataan warga, pihaknya juga mengajukan bukti dari beberapa kliping media. Total, dari awal persidangan, pihak penggugat mengajukan 72 bukti.

Disisi tergugat, melalui kuasa hukum yang dikenal sebagai pengacara bling-bling, Hotman Paris Hutapea pun juga menambahkan alat bukti baru, yakni Peraturan Gubernur nomor 4 tahun 2013 tentang rencana strategis wilayah pesisir.

Selain pengajuan alat bukti, sidang yang dipimpin Hakim Ketua A.K Setiyono, S.H.,MH juga menghadirkan saksi ahli dari pihak penggugat, yakni Prof. Made Sudiana Mahendra, PhD sebagai ahli AMDAL, Widiatmoko dan juga Budi Utomo sebagai ahli baku mutu air, udara dan kebisingan.

Sidang selanjutnya akan digelar 2 minggu lagi dengan agenda kesimpulan. Dewa Putu Adnyana selaku kuasa hukum warga dari LBH Bali pun berharap majelis hakim bisa menilai objektif perkara gugatan ini. “Jelang putusan, saya harap hakim objektif,” tutupnya. (jt1).

Leave A Reply

Your email address will not be published.