Beredar Rumor Bantuan Masyarakat Melalui PT Pos Indonesia di Klaim BNPB, Ini Kata Sutopo

0

LOMBOK/terbitdotco – Beberapa waktu lalu di sosial media, khususnya Facebook beredar luas keluhan masyarakat terkait bantuan korban gempabumi Lombok yang dikirimkan melalui PT. Pos Indonesia (Persero). Dalam keluhannya, bantuan masyarakat tersebut diklaim sebagai bantuan BNPB. Bahkan ada juga yang menyatakan bahwa bantuan tersebut diklaim sebagai bantuan Presiden.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyangkal isu yang beredar tersebut. BNPB telah menanyakan langsung ke PT. Pos Indonesia, petugas di gudang logistik Posko Tanggap Darurat Bencana Gempabumi Lombok di Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara, dan pejabat BPBD Provinsi NTB.

Seperti diketahui bersama, PT. Pos Indonesia menggelar program Pos Peduli Korban Bencana Gempabumi Lombok sejak Minggu (29/7) hingga Kamis (16/8). PT. Pos Indonesia (Persero) membantu pengiriman bantuan berupa barang dan donasi uang secara gratis dari seluruh wilayah Indonesia.

BACA JUGA : Gubenur NTB Ajak Turis Kunjungi NTB

Pengiriman gratis untuk bantuan korban gempabumi Lombok harusnya ditujukan ke “POSKO BENCANA ALAM LOMBOK” yang berkantor di PT. Pos Mataram, Kota Mataram. Namun pada kenyataanya, banyak pihak pengirim bantuan yang menuliskan alamat pribadi pada alamat tujuan kiriman. Padahal harusnya ditujukan ke Posko Bencana Alam Lombok.

“Bantuan masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia yang telah diterima Posko Bencana Alam Lombok di Kantor Pos Mataram selanjutnya diproses dan didistribusikan,” ujar Sutopo.

Mengingat banyaknya bantuan yang telah tiba di Kantor Pos Mataram, maka PT. Pos Indonesia telah menambah personil dan armada untuk pemrosesan dan distribusi bantuan dengan memaksimalkan sumberdaya internal dan tenaga eksternal.

Sesuai Standar Standard Operating Procedure (SOP) bantuan dari masyarakat yang ditujukan ke Posko Bencana Alam Lombok, dan telah diterima Kantor Pos Mataram langsung diserahkan ke BPBD Provinsi NTB di Kota Mataram.

BACA JUGA : Presiden Jokowi Kunjungi Korban Gempa Lombok

Sementara itu, untuk bantuan dengan alamat pribadi, Kantor Pos Mataram tetap mengupayakan diserahkan kepada penerima sesuai yang alamat tertulis pada paket kiriman. Diperkirakan pengiriman bantuan yang ditujukan dengan alamat pribadi terlambat. Sebab Kantor Pos Mataram mengutamakan bantuan yang ditujukan ke Posko Bencana Alam sesuai dengan tujuan awal. Selain itu, kondisi jalan rusak dan alamat pribadi yang dikirimkan banyak terpecar di Lombok.

Sesuai dengan ketentuan yang ada, lanjut Sutopo, BPBD NTB setelah menerima bantuan masyarakat melalui Kantor Pos Mataram, akan mencatat nama pengirim, alamat pengirim, dan jenis barang yang diterima. Selanjutnya barang tersebut disortir sesuai jenis dan jumlahnya untuk ditampung di Gudang BPBD NTB.

“Untuk selanjutnya bantuan tersebut disalurkan ke tiga lokasi penyaluran, ke Gudang Logistik Pos Tanggap Darurat Kabupaten/Kota, Posko induk, dan sebagian disalurkan langsung ke pengungsi yang memerlukan bantuan,” ujar Sutopo.

Seluruh barang yang diterima dan dikirimkan tercatat untuk tertib administrasi.

“Semua barang bantuan masyarakat tersebut dicatat dan dicantumkan keterangan bahwa barang tersebut berasal atau bersumber dari bantuan masyarakat (donatur) yang dikirimkan melalui PT. Pos Indonesia,” lanjut Sutopo.

Hingga Rabu (15-8) sesuai data kolekting di PT Pos Indonesia, terdapat jumlah bantuan 667.167 kg. Jajaran PT Pos Indonesia akan tetap berupaya menuntaskan amanah masyarakat untuk mengirimkan bantuan ke BPBD maupun ke alamat pribadi sesuai yang tertulis pada paket kiriman.

“Jadi tidak benar bahwa bantuan masyarakat tersebut diklaim sebagai bantuan dari BPBD atau BNPB. Bahkan diklaim sebagai bantuan Presiden,” jelas Sutopo.

BACA JUGA : Kerugian Ekonomi Gempa Lombok Lebih 5,04 Trilyun Rupiah

BNPB telah mengirimkan 75 ton bantuan logistik melalui pesawat kargo untuk penanganan gempa Lombok. Jika kurang akan dikirimkan lagi. Selain itu, bantuan dari masyarakat melalui Posko TNI dari Gudang Logistik di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta dan Lanud Adi Sumarmo Boyolali terus disalurkan dengan 8 pesawat Hercules TNI. Bantuan dari TNI, Polri, Kementerian/Lembaga juga dikirim melalui pesawat dan kapal. Semua bantuan dicatat dan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak gempa Lombok.

“Sekali lagi, apa yang beredar di sosial media adalah tidak benar. Banyak sekali hoax dan informasi yang menyesatkan masyarakat selama penanganan darurat gempabumi Lombok,” kata Sutopo.

Sutopo menghimbau kepada masyarakat saat menerima informasi atau berita yang beredar tidak langsung ikut-ikutan menyebarkan di sosial media.

“Masyarakat dapat menghubungi Call center Posko Tanggap Darurat Gempabumi Lombok di Kecamatan Tanjung Lombok Utara dengan nomor 0853 3863 0789 dan 0859 6147 2837. Call Center Pospenas (Pos Pendamping Nasional) 0853 3365 6353,” pungkas Sutopo. (jt0)

Leave A Reply

Your email address will not be published.