Bali Terancam!, Tak Hanya Reklamasi Teluk Benoa, Ada PLTU Batu Bara di Bali Utara

0

DENPASAR/terbitdotco – Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) kembali melakukan parade budaya di kawasan Renon Denpasar pada Jumat (24/05) sore tadi.

Pada demo kali ini, ForBALI bersama Pasubayan Desa Adat kembali mendatangi kantor DPRD Bali yang sejak tahun 2013 dianggap tidak bersikap terhadap penolakan rakyat yang menolak reklamasi Teluk Benoa.

Aksi yang berlansung pada Jumat (24/5) sore, massa ForBALI menutup baliho ucapan selamat hari Kebangkitan Nasional DPRD Bali dengan baliho yang bertuliskan “Jika Kalian Tidak Bersikap Untuk Rakyat Maka Kalian Tak Ubah Seperti Sangut.”

Menariknya pada aksi kali ini Koordinator ForBALI, Wayan “Gendo” Suardana dalam orasinya mengatakan di Bali Utara tidak perlu dibangun PLTU Batu Bara tahap 2, sebab PLN menyatakan Bali belum butuh pembangkit listrik tenaga uap batubara karena Bali masih surplus listrik.

Tetapi menurut Gendo ada pihak-pihak yang memaksakan pembangunan PLTU Batu Bara di Bali Utara karena alasan suplai listrik.

“Berdasarkan riset Laury dari luar negeri menyatakan yang paling berbahaya dari batubara adalah hasil dan sisa pembakarannya, salah satunya Mercuri,” tegas Gendo dalam orasinya.

Gendo menjelaskan pula dalam hasil penelitian Laury yang juga tim ahli dari Greenpeace International, radius pencemarannya pun dapat mencapai radius 100 kilometer.

Hal ini dapat berdampak pada masyarakat secara luas, bukan hanya di Singaraja tempat rencana PLTU Batubara tahap 2 akan dibangun.

Bagi Gendo yang juga merupakan Dewan WALHI Nasional, Bali memiliki peluang untuk mengembangkan pembangkit listrik dengan Energi Bersih Terbarukan (EBT) seperti tenaga surya, tenaga angin dan lainnya.

Sampai saat ini rencana pembangunan PLTU batu bara tahap kedua di Celukan Bawang masih belum terlaksana, hal ini dikarenakan terjadi penolakan dari masyarakat dan sedang diperkarakan di Mahkamah Agung. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.