Aktivis Pers Mahasiswa Kenang Sejarah dari Masa ke Masa di Dies Natalis PPMI Bali ke-16

Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) wilayah Bali adalah organisasi yang menjadi wadah pers mahasiswa di Bali. Dalam perjalanan selama 16 tahun banyak cerita yang dilewati bersama.

0

DENPASAR/terbitdotco – Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Wilayah Bali kini sudah berumur 16 tahun, tepatnya pada 8 Juni 2018. Banyak cerita suka dan duka pun terlewati. Hal tersebut terungkap dalam acara Dies Natalis yang digelar di rumah kartunis Majalah Bog-Bog, Denpasar pada Senin (11/6).

Acara yang digelar dengan sederhana ini pun mendatangkan sejumlah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di beberapa kampus di Bali, baik yang sudah tergabung dalam wadah organisasi PPMI maupun belum. Tak terkecuali para alumni aktivis Pers Mahasiswa (Persma) di Bali pun hadir.

Bagus Mas, selaku Sekretaris Jendral (Sekjend) PPMI Bali berharap PPMI Bali yang memasuki usia remaja ini semakin berkembang sebagai media kampus dan dapat memberikan penyadaran bagi insan muda khususnya. “Mari berjejaring dan belajar sama-sama,” katanya.

Sementara itu, Jango Paramartha, pendiri dan pemilik Majalah Bog-Bog mengaku mendukung penuh kegiatan PPMI Bali mengingat generasi muda ini adalah masa depan negeri.

“Ini acara positif. Wajib saya dukung. Terlebih, tempat ini (rumah Jango), juga tempat ngumpulnya para seniman dan aktivis di Bali,” terangnya.

Jango juga memajang beberapa karya kartun bertema NKRI harga mati yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia dari setahun lalu. Menurutnya, media tidak hanya berbicara tulisan, tetapi kartun juga bagian dari media.

“Saya juga berharap, para generasi muda ini (PPMI Bali), menjadi orang yang cerdas. Semangat bermedia, namun NKRI mesti tetap dijaga,” tutupnya.

Selain melakukan pemotongan tumpeng sebagai rangkaian acara, juga digelar diskusi bersama alumni PPMI dengan Tema PPMI Bali dulu, kini dan nanti.

Sejumlah kenangan dari masa ke masa pun silih berganti diceritakan dengan tujuan membangun semangat dan tidak melupakan sejarah. Acara pun diakhiri dengan pagelaran seni musik dan puisi dari peserta yang hadir. (*)

iklan samping premium

Leave A Reply

Your email address will not be published.